Bentuk Lahan Asal Denudasional

Bab I

  1. Bentuk Lahan Asal Denudasional

Denudasi berasal dari kata dasar nude yang berarti telanjang, sehingga denudasi berarti proses penelanjangan permukaan bumi. Denudasi cendurung akan menurunkan bagian permukaan bumi yang positif hingga mencapai bentuk permukaan bumi yang hamper datar membentuk dataran nyaris (pineplain).

 

Denudasi meliputi dua proses utama yaitu Pelapukan dan perpindahan material dari bagian lereng atas ke lereng bawah oleh proses erosi dan gerak massa batuan (masswashting).

Pelapukan
            Pelapukan adalah proses berubahnya sifat fisik dan kimia batuan di permukaan dan atau dekat permukaan bumi tanpa di sertai perpindahan material. Pelapukan dapat dibagi manjadi pelapukan fisik, dan pelapukan biotic. Pelapukan fisik merupakan proses pecahnya batuan menjadi ukuran yang lebih kecil tanpa diikuti oleh perubahan komposisi kimia batuan. Perubahan kimia merupakan proses berubahnya komposisi kimia batuan sehingga menghasilkan mineral sekunder.

            Factor pengontrol pelapukan adalah batuan induk, aktivitas organism, topografi, dan iklim. Didalam evolusi bentanglahan yang menghasilkan bentuklahan dedasuonal M. W. Davis mengemukakan adanya 3 faktor yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan struktur geologi, proses geomorfologi, waktu. Dengan adanya factor tersebut maka dalam evolusinya, bentuklahan melewati beberapa stadium ; stadium muda, stadium dewasa, stadium tua.

 

Banyak klasifikasi gerak massa batuan tetapi semuanya dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe gerakannya

a. Gerakan lambat
Tipe ini disebut tipe rayapan ; (rayapan tanah, rayapan batuan, rayapan batuan gletsyer, dan solifluction.

b. Gerakan cepat
Tipe ini dosebut tipe aliran ; (aliran lumpur , aliran tanah

c. Gerakan sangat cepat
Tipe gerakan ini disebut longsorlahan (landslide) yang terdiri dari Jatuh bebas : rock-fall, earth-fall Longsoran : rockslide, earthslide, debrisslide

d. Terban
Jatuhnya material batuan secara vertical tanpa adanya gerakan horizontal.

Bentukan lahan asal denudasional
1. Pegunungan denudasional
2. Perbukitan denidasional
3. Perbukitan terisolasi
4. Nyaris dataran
5. Lereng kaki
6. Gabungan kipas kolluvial
7. Dinding terjal
8. Rombakan kaki lereng
9. Lahan rusak
10. Daerah dengan gerak massa
11. Keruvut talus
12. Monadnock

 
 

Proses denudasi merupakan proses yang cenderung mengubah bentuk permukaan bumi yang disebut dengan proses penelanjangan. Proses yang utama adalah degradasi berupa pelapukan yang memproduksi regolit dan saprolit serta proses erosi, pengangkutan dan gerakan massa. Proses ini lebih sering terjadi pada satuan perbukitan dengan material mudah lapuk dan tak berstruktur. Proses degradasi menyebabkan agradasi pada lerengkaki perbukitan menghasilkan endapan koluvial dengan material tercampur. Kadang proses denudasional terjadi pula pada perbukitan struktur dengan tingkat pelapukan tinggi, sehingga disebut satuan struktural denudasional.

            Proses denudasional sangat dipengaruhi oleh tipe material (mudah lapuk), kemiringan lereng, curah hujan dan suhu udara serta sinar matahari, dan aliran-aliran yang relatif tidak kontinyu. Karakteristik yang terlihat di foto udara, umumnya topografi agak kasar sampai kasar tergantung tingkat dedudasinya, relief agak miring sampai miring, pola tidak teratur, banyak lembah-lembah kering dan erosi lereng/back erosion, penggunaan lahan tegalan atau kebun campuran dan proses geomorfologi selalu meninggalkan bekas di lereng-lereng bukit dan terjadi akumulasi di kaki lereng, serta kenampakan longsor lahan lebih sering dijumpai.

            Proses denudasional (penelanjangan) merupakan kesatuan dari proses pelapukan gerakan tanah erosi dan kemudian diakhiri proses pengendapan. Semua proses pada batuan baik secara fisik maupun kimia dan biologi sehingga batuan menjadi desintegrasi dan dekomposisi. Batuan yang lapuk menjadi soil yang berupa fragmen, kemudian oleh aktifitas erosi soil dan abrasi, tersangkut ke daerah yang lebih landai menuju lereng yang kemudian terendapkan.
Pada bentuk lahan asal denudasional, maka parameter utamanya adalah erosi atau tingkat. Derajat erosi ditentukan oleh : jenis batuannya, vegetasi, dan relief.

            Denudasi adalah kumpulan proses yang mana, jika dilanjutkan cukup jauh, akan mengurangi semua ketidaksamaan permukaan bumi menjadi tingkat dasar seragam. Dalam hal ini, proses yang utama adalah degradasi, pelapukan, dan pelepasan material, pelapukan material permukaan bumi yang disebabkan oleh berbagai proses erosi dan gerakan tanah. Kebalikan dari degradasi adalah agradasi, yaitu berbagai proses eksogenik yang menyebabkab bertambahnya elevasi permukaan bumi karena proses pengendapan material hasil proses degradasi.

Proses yang mendorong terjadinya degradasi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1. Pelapukan, produk dari regolith dan saprolite ( bahan rombakan dan tanah)
2. Transport, yaitu proses perpindahan bahan rombakan terlarut dan tidak terlarut karena erosi dan gerakan tanah.

  1. PELAPUKAN
                Pelapukan merupakan proses perubahan keadaan fisik dan kimia suatu batuan pada atau dekat dengan permukaan bumi [tidak termasuk erosi dan pengangkutan hasil perubahan itu]. Ketika batuan tersingkap, mereka akan menjadi subjek dari semua hasil proses  pemisahan / dekomposisi batuan insitu.

            Pemisahan batuan umumnya disebabkan karena pengaruh kimia, fisika, organisme, ataupun kombinasi dari ketiganya.
Tipe proses pelapukan pada kenyataan dan tingkat aktivitasnya dipengauhi oleh :
a. Sort / pemilahan
b. Iklim
c. Topografi / morfologi
d. Proses geomorfologi
e. Vegetasi dan tata guna lahan

            Pada iklim lembab dan hangat, yang dominan adalah pelapukan kimia. Pada kondisi iklim kering pada musim baik kemarau maupun penghujan, akan didominasi pelapukan fisika yang merata. Sedangkan pada zona iklim dimana temperatur dan kelembaban dapat mendukung kehidupan organisme, pelapukan biologilah yang mendominasi.

  1. GERAKAN TANAH
                Gerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak, datar, atau miring dari kedudukannya semula, yang terjadi bila ada gangguan kesetimbangan pada saat itu.
    Ada empat jenis utama gerakan massa :

1. Falls [runtuhan]
Ada 3 macam, yaitu :

 Runtuhan batuan
Suatu massa batuan yang jatuh ke bawah karena terlepas dari batuan induknya. Terjadi pada tebing – tebing yang terjal. Gerakannya ekstrim cepat.
 Runtuhan tanah
Seperti pada runtuhan batuan, hanya saja yang jatuh ke bawah berupa massa tanah. Gerakannya sangat cepat.
 Runtuhan bahan rombakan
Seperti pada runtuhan batuan, hanya saja yang jatuh ke bawah berupa massa bahan tombakan. Gerakannya sangat cepat.

2. Slides [longsoran]
Ada 4 macam, yaitu :
 Nendatan [slump]
Gerakan yang terputus – putus atau tersendat – sendat dari massa tanah atau batuan ke arah bawah dalam jarak yang relatif pendek, melalui bidang lengkung dengan kecepatan ekstrim lambat sampai agak cepat. Pada umumnya, sesuai dengan prosesnya yang terputus – putus, sehingga mempunyai lebih dari satu bidang longsor yang kurang lebih sejajr atau searah satu sama lain.
 Blok glidev
Gerakan turun ke bawah dari massa tanah atau batuan yang berupa blok dengan kecepatan lambat sampai agak cepat. Blok yang turun dapat disebabkan atau dibatasi oleh kekar, sesar.
 Longsoran batuan
Gerakan massa batuan ke arah bawah yang biasanya melalui bidang perlapisan, rekahan – rekahan, bidang sesar. Dalam hal ini kemiringan lereng searah dengan kemiringan perlapisan batuan. Lapisan batuan yang dapat bertindak sebagai bidang longsor adalah batuan yang berukuran sangat halus [lempung, tuf – halus, napal, dsb]. Kecepatan gerakan amat lambat sampai cepat.
 Longsoran bahan rombakan
Gerakan massa tanah atau hasil pelapukan batuan melalui bidang longsor yang relatif turun secara meluncur atau menggelinding. Bidang longsor merupakan bidang batas antara tanah dengan batuan induknya.

3. Flows [aliran]
Ada 6 macam, yaitu :
 Aliran tanah
Gerakan dari massa tanah secara mengalir dengan kecepatan lambat sampai cepat. Material [massa] tanah yang sangat plastis biasanya dengan kecepatan lambat – cepat dan lumpur dengan kecepatan sangat cepat sehingga ada yang disebut aliran tanah lambat dan aliran tanah cepat. Disini faktor kandungan air sangat penting.
 Aliran fragmen batuan
Gerakan secara mengalir dari massa batuan yang berupa fragmen – fragmen dengan kecepatan ekstrim cepat dan kering. Macam aliran fragmen batuan, misalnya rockfall avalenche. Massa yang bergerak sangat luas baik berupa runtuhan batuan atau longsoran batuan dengan kecepatan ekstrim cepat.
 Sand run
Gerakan dari massa pasir secara mengalir dengan kecepatan cepat sampai sangat cepat dalam keadaan kering.
 Loess flow [dry]
Aliran loess kering, massa yang mengalir berupa loes yang sangat kering. Biasanya disebabkan oleh gempa bumi. Kecepatan aliran ekstrim cepat.
 Debris avalanche
Gerakan bahan rombakan dalam keadaan agak basah dengan kecepatan sangat cepat sampai ekstrim cepat. Kalau keadaannya basah disebut debris flow [aliran bahan rombakan].
 Sand flow dan Silt flow
Seperti pada sand run, hanya di sini dalam keadaan basah. Jika material yang mengalir berupa pasir disebut aliran pasir, sedangkan kalau berupa lumpur disebut aliran batu lumpur. Kecepatan aliran cepat sampai sangat cepat.

4. Kompleks
Merupakan gabungan dari berbagai macam gerakan tanah, biasanya satu macam gerakan tanah lalu diikuti oleh macam gerakan tanah yang lain.
Gerakan tanah yang lain yaitu :
 Creepv
Aliran massa tanah [batuan] yang ekstrim lambat, tidak dapat dilihat, hanya akibatnya akan tampak seperti tiang listrik, pohon bengkok. Contoh : rock creep, soil creep, talus creep.
 Amblesanv
Gerakan ke arah bawah yang relatif tegak lurus, yang menyangkut material permukaan tanah atau batuan tanpa gerakan ke arah mendatardan tidak ada sisi yang bebas. Dapat disebabkan karena terlampau berat beban dan daya dukung tanah kecil. Juga bisa karena pemompaan air tanah jauh melampaui batas, sehingga pori – pori yang tadinya terisi oleh air tanah akan mampat.

KESIMPULAN

Denudasi adalah kumpulan proses yang mana, jika dilanjutkan cukup jauh, akan mengurangi semua ketidaksamaan permukaan bumi menjadi tingkat dasar seragam. Dalam hal ini, proses yang utama adalah degradasi, pelapukan, dan pelepasan material, pelapukan material permukaan bumi yang disebabkan oleh berbagai proses erosi dan gerakan tanah. Kebalikan dari degradasi adalah agradasi, yaitu berbagai proses eksogenik yang menyebabkab bertambahnya elevasi permukaan bumi karena proses pengendapan material hasil proses degradasi.

Proses yang mendorong terjadinya degradasi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1.   Pelapukan, produk dari regolith dan saprolite (bahan rombakan dan tanah)

2.   Transport, yaitu proses perpindahan bahan rombakan terlarut dan tidak terlarut karena erosi dan gerakan tanah.

Proses denudasional (penelanjangan) merupakan kesatuan dari proses pelapukan gerakan tanah erosi dan kemudian diakhiri proses pengendapan.

Batuan yang lapuk menjadi soil yang berupa fragmen, kemudian oleh aktifitas erosi soil dan abrasi, tersangkut ke daerah yang lebih landai menuju lereng yang kemudian terendapkan.
Pada bentuk lahan asal denudasional, maka parameter utamanya adalah erosi atau tingkat. Derajat erosi ditentukan oleh : jenis batuannya, vegetasi, dan relief.

Daftar Pustaka

http://earlfhamfa.wordpress.com/2010/02/21/bentang-lahan-denudasional/

http://earthy-moony.blogspot.com/2010/11/bentuklahan-asal-proses-denudasional.html

Ada Air di Mars

GambarIlmuwan NASA mengumumkan ada air di planet Mars. Bukti kuat ini didapat melalui dua wahana robotiknya yang menjelajahi planet Mars. Spirit dan Opportunity dua robot nasa yang melakukan eksplorasi di Mars. Kedua robot nasa ini di daratkan dengan pesawat antariksa Phoenix sejak bulan Januari lalu.

 

Spirit adalah rover beroda enam yang didaratkan di Gusev Crater, kawah luas yang diduga bekas danau purba. Sementara kembarannya, Opportunity, mendarat di Meridiani Planum, dataran yang mengandung mineral hematit kelabu dalam jumlah banyak. Mineral ini, di Bumi, pembentukannya terkait dengan keberadaan air telah menemukan apa yang mereka cari selama ini, yakni bukti kuat bahwa planet merah itu dahulu dialiri air dalam bentuk cair.

 

“Kami menemukan air,” ilmuwan William Boynton dari Universitas Arizona mengatakan dalam satu pernyataan NASA.
“Kami telah melihat bukti pada es air ini sebelum penelitian oleh pengorbit Mars Odyssey dan dalam sejumlah bongkahan yang menghilang yang diamati oleh Phoenix bulan lalu, tapi inilah pertama kali air Mars pernah disentuh dan dirasakan.”

Sebelumnya, para pejabat NASA menyatakan misi Phoenix telah diperpanjang sampai akhir September, perpanjangan yang mengisyaratkan kemajuannya sebegitu jauh “amat berhasil”.
Michael Meyer, kepala ilmuwan Program Eksplorasi Mars NASA.

 

Makalah Planet Merkurius

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.      Pengantar

Merkurius sangat sulit untuk dilihat dengan baik dari bumi walaupn dengan teleskop karena letaknya yang sangat dekat dengan matahari dan ukurannya sangat kecil .

Merkurius menjadi planet terdekat matahari. Planet ini menjadi planet yang sulit dipelajari selama beradab-abad. Namun kini rahasia terbesarnya sedikit-sedikit berhasil dikuak. Oleh karena itu kami menyusun makalah ini untuk menunjukan rahasia planet merkurius tersebut

  1. 2.      Tujuan

Makalah ini bertujuan

  1. Mendefinisikan serta mengetahui ciri-ciri Planet merkurius
  2. Mengetahui Posisi Planet Merkurius
  3. Mengetahui Struktur dari Planet Merkurius
  4. Mengetahui penjelajahan-penjelajahan pada Planet Merkurius, dan
  5. Mengetahui tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dibalik penciptaaan Planet Merkurius
  1. 3.      Metode Penulisan

Karena Keterbatasan,  Metode dalam penulisan makalah ini ialah studi kepustakaan, yaitu dengan mencari data pada buku-buku, artikel-artikel dan litelature lain yang mendukung penulisan makalah ini.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN:

PLANET MERKURIUS

  1. 1.      Definisi dan Ciri Planet Merkurius

Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya kita dan paling dekat dengan matahari. Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57,9 juta kilometer. Suhu di planet ini sangat panas karena terdekat dengan matahari, pada siang hari suhunya mencapai sekitar 430°C. Tetapi pada malam hari suhunya menjadi sangat dingin yakni mencapai sekitar -170°C. Jarak planet ini dengan bumi sekitar 92 juta kilometer. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib saja dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

Semua planet berputar pada porosnya nah perputaran itu disebut Rotasi. Merkurius berotasi lambat, rotasi merkurius adalah 59,0 hari. Selain berputar pada porosnya semua planet bergerak mengelilingi matahari ini disebut gerakan orbital/Ber-revolusi. Berbeda dengan rotasinya yang lambat, masa orbital Merkurius tergolong cepat Revolusi merkurius adalah 88,0 hari. Bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,3 hari) cepat bukan?.

Ukuran planet merkurius hanya 27% dari ukuran bumi. Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.

Merkurius punya banyak kawah dan tidak mempunyai satelit alam serta atmosfir yang sangat tipis. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi.

Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari jaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus.

Nama planet ini diambil dari nama dewa pengantar pesan jaman Romawi kuno. Ia diberi nama tersebut karena pergerakannya di langit yang sangat cepat. Orang Yunani pada jaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan “bintang air”. Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah, “bintang dari yang panas” (“yang panas” maksudnya matahari).

NO

JENIS

HASIL

1

Nama Planet

Merkurius

2

Kala Rotasi

59,0 Hari

3

Kala Revolusi

88,0 Hari

4

Atmosfer

Uap Natrium, Kalium Yang Tipis

5

Satelit Alam

6

Jarak Di Matahari

57,9 Juta km

7

Diameter Planet

4,879 km

8

Warna Planet

Hitam Keputih-Putihan

  1. 2.      Posisi Planet Merkurius

Dari Bumi, Merkurius hanya bisa diamati secara visual pada jarak maksimum 28,3 derajat dari Matahari. Artinya, planet ini hanya terlihat di langit timur sebelum Matahari terbit atau di barat setelah Matahari terbenam. Dengan jarak sudut sekecil itu, kita hanya memiliki waktu maksimum selama 1 jam 53 menit saja untuk mengamati planet ini, yaitu pada saat Merkurius mencapai elongasi maksimalnya. Jadi, kita tidak akan pernah bisa melihat Merkurius berada di zenith (lihat gambar di bawah). Karena kemunculannya yang bergantian itu planet ini sempat diidentifikasi oleh masyarakat Yunani kuno sebagai 2 benda yang berbeda. Kala itu, Merkurius yang muncul di langit timur diberi nama Apollo dan yang muncul di langit barat diberi nama Hermes.

Jika kita berada di Merkurius, kita dapat menyaksikan Matahari bergerak retrograde di langit. Di satu lokasi, setelah terbit di timur dan sebelum melintasi meridian, Matahari akan sedikit bergerak mundur lalu kembali bergerak ke barat hingga terbenam. Begitu pula setelah Matahari terbenam, ia akan mengalami gerak retrograde sekali lagi (walaupun tidak dapat diamati). Akibatnya, satu hari di sana (sekali siang dan sekali malam) sama dengan 176 hari Bumi (sekitar 6 bulan). Silakan lihat sendiri dengan menggunakan program simulasi langit Stellarium.

Penyebab gerak retrograde Matahari itu berkaitan dengan periode revolusi dan rotasinya. Periode revolusi Merkurius adalah 88 hari Bumi, sedangkan periode rotasinya adalah 58,7 hari Bumi. Kita bisa lihat bahwa perbandingan periode rotasi dan revolusinya adalah 2/3. Artinya, planet ini menyelesaikan 2 kali revolusinya dalam waktu yang bersamaan dengan 3 kali rotasi.

  1. 3.      Struktur Planet Merkurius
  2. Struktur Dalam

Dengan diameter sebesar 4879 km di katulistiwa, Merkurius adalah planet terkecil dari empat planet kebumian di Tata Surya. Merkurius terdiri dari 70% logam, 30% silikat, serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3, hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi.

Namun, apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung, maka Merkurius lebih padat daripada Bumi dengan perbandingan kepadatan yang tidak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.

Kepadatan Merkurius digunakan untuk menduga struktur di dalamnya. Kepadatan Bumi yang tinggi tercipta karena tekanan gravitasi, terutama pada bagian intinya. Namun, Merkurius jauh lebih kecil dan bagian dalamnya tidak terdapat seperti Bumi, sehingga kepadatannya yang tinggi diduga, karena Merkurius memiliki inti yang besar dan kaya akan besi.

Para ahli Bumi memperkirakan, bahwa inti Merkurius menempati 42 % dari volumenya (inti Bumi hanya menempati 17% dari volume Bumi). Menurut riset terbaru menyatakan, kemungkinan besar inti dari Merkurius adalah cair.

Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan keraknya diduga setebal 100 sampai 200 km. Permukaannya mempunyai banyak perbukitan yang kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya. Diduga perbukitan ini terbentuk, karena inti dan mantel Merkurius mendingin dan menciut pada saat kerak sudah membatu.

Merkurius mengandung besi lebih banyak dari planet lainnya di tata surya, dan beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskannya, yaitu :

  • Teori yang paling luas diterima, adalah bahwa Merkuri pada awalnya mempunyai perbandingan logam-silikat mirip dengan meteor Kondrit umumnya, mempunyai massa sekitar 2,25 kali massanya yang sekarang. Namun, pada awal sejarah tata surya, merkurius tertabrak oleh sebuah planetesimal berukuran sekitar seperenam dari massanya. Benturan tersebut telah melepaskan sebagian besar dari kerak dan mantel asli Merkurius, dan meninggalkan intinya. Proses yang sama juga telah diajukan untuk menjelaskan penciptaan dari Bulan.
  • Teori yang lain menyatakan, bahwa Merkurius mungkin telah terbentuk dari nebula Matahari, sebelum energi keluaran Matahari telah stabil. Merkurius pada awalnya mempunyai dua kali dari massanya yang sekarang, namun dengan mengambangnya protomatahari, suhu di sekitar merkuri dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin. Sebagian besar permukaan Merkurius akan menguap pada temperatur seperti itu, membuat sebuah atmosfir “uap batu” yang mungkin tertiup oleh angin Matahari
  •  Teori ketiga mengajukan bahwa mengakibatkan tarikan pada partikel yang darinya Merkurius akan terbentuk sehingga partikel yang lebih ringan hilang dari materi pengimbuhan. Masing-masing dari teori ini memprediksikan susunan permukaan yang berbeda. Dua misi antariksa di masa datang, MESSENGER dan BepiColombo akan menguji teori-teori ini.

b. Bagian Luar

Merkurius merupakan planet yg tandus. Permukaanya berbatu-batu dan terdapat banyak kawah. Kaloris merupakan kawah terbesar di planet ini. Garis tengah Kaloris sekitar 1.300 Km.

Atmosfer merkurius terdiri dari uap natrium dan kalium yg sangat tipis, sehingga kadang-kadang planet ini di anggap tidak mempunyai atmosfer. Akibatnya tidak ada udara yg menyerap panas Matahari.

 

  1. 4.      Misi Penjelajahan Planet Merkurius

Pengiriman wahana untuk meneliti Merkurius dari dekat pun tidak mudah. Posisinya yang dekat dengan Matahari, ketiadaan atmosfer, dan perbedaan laju orbit adalah beberapa hal yang menyulitkan. Alhasil, hingga kini baru ada 2 misi yang sukses mengamati Merkurius, yaitu Mariner 10 dan Masenger (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry dan Ranging).

  1. a.      Mariner 10

Manusia pertama kali dengan jelas melihat planet merkurius dengan baik pada bulan Maret 1974, ketika pesawat itu melayang melewatinya dan mengirimkan beberapa gambar yang menunjukanadanya gunung, kawah serta lembah. Wahana Mariner 10 diluncurkan pada 3 November 1973. Proses keberangkatannya yang memanfaatkan planet Venus (sebagai “ketapel” gravitasi) adalah yang pertama dilakukan dalam sejarah penerbangan antariksa. Ketika melintas di dekat Venus, wahana ini mengambil rekaman fotografi ultraungu dari planet itu. Walaupun Venus sudah pernah diamati dengan teleskop landas Bumi sebelumnya, tetap saja foto Venus yang diberikan Mariner 10 ini mengundang kekaguman para peneliti.

Wahana ini telah memberikan pengetahuan luar biasa tentang permukaan Merkurius. Selain itu, wahana ini juga mendeteksi adanya medan magnet di Merkurius. Satu hal yang mengagetkan bagi peneliti karena planet ini memiliki rotasi yang lambat. Akhirnya, pada tahun 1975 Mariner 10 pun sudah tidak berfungsi lagi setelah bahan bakarnya habis dan kontak dihentikan.

 
   

Mariner 10

  1. b.      Messenger (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry dan Ranging).

P ada tahun 1998, misi terbaru ke Merkurius mulai direncanakan. Wahana pada misi itu dinamai Messenger, yang diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2004. Target misi ini adalah mengorbit Merkurius pada tanggal 18 Maret 2011. Messenger (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry dan Ranging) yang telah mencoba tiga kali terbang ke planet itu sejak 2008 yang akhirnya berhasil masuk orbit Merkurius pada Maret ini.

Setelah melakukan manuver yang rumit untuk menghindari gravitasi Matahari, pesawat ruang angkasa tak berawak bernamatersebut  sukses masuk ke jalur orbit pada Kamis malam waktu Florida setelah menempuh jarak 4,9 miliar mil, atau kurang lebih enam setengah tahun dari Bumi.

Pencapaian ini sekaligus menjadikan Merkurius sebagai planet kelima yang berhasil dijamah oleh manusia dalam tata surya kita. Demikian dilansir Associated Press, Selasa 22 Maret 2011. “Ini merupakan jarak terdekat dan paling sempurna yang bisa didapat,” ujar Eric Finnegan, chief engineer Messenger.

Messenger direncanakan akan memasuki orbit Merkurius dan berputar-putar selama setahun. Untuk semua tugasnya itu, satelit senilai US$446 juta itu (Rp3,9 triliun), harus mampu bertahan dari tarikan gravitasi matahari.

Misi Messenger mampu menjawab banyak misteri yang menyelubungi Merkurius, termasuk teka-teka berikut.

Mengapa sangat padat?

Merkurius merupakan planet kedua terpadat di tata surya, hanya sedikit lebih kecil dibanding Bumi. Para ilmuwan menduga, Merkurius memiliki inti raksasa atau sekitar dua-pertiga massanya. Di Bumi, intinya hanya berporsi satu-pertiga.
“Tabrakan antara badan-badan berbatu di awal sejarah tata surya kemungkinan besar membuat lapisan luar Merkurius menjadi kurang padat, hanya menyisakan bagian-bagian berat,” jelas direktur departemen magnet terestrial Carnegie Institution of Washington Sean Solomon.Menurut penyelidik misi Messenger ini, hasil analisa kimia dari Messenger pada permukaan Merkurius seharusnya bisa membawa teori impaktor ini dalam uji.

Perisai Magnetik

Selain Bumi, Merkurius merupakan satu-satunya planet berbatu dalam sistem surya yang memiliki medan magnet signifikan (meski hanya 1% kekuatan Bumi). Keberadaan medan magnet bukan sekadar pertanyaan sepele pada planet ini, tetapi juga melindungi organisme dari radiasi yang merusak dari matahari dan luar sistem tata surya. Solomon menggambarkan medan magnet Bumi sebagai ‘payung menangkis radiasi yang masuk,’ dan tanpa medan semacam ini, akan sangat sulit bagi kehidupan untuk berkembang atau bertahan.Para peneliti yakin, medan magnet Merkurius dihasilkan oleh proses ‘dinamo’ serupa Bumi yang didorong elektrik konduktif yang bergolak, cairan logam di inti terluar planet. “Messenger akan memetakan geometri medan itu secara rinci,” ujar Solomon pada Science yang bisa digunakan membantu para ilmuwan menjabarkan asal muasal Merkurius.

Merkurius ber-es?

Merkurius yang bermandi cahaya matahari menjadi tempat yang hampir tak mungkin untuk mencari es. Namun, beberapa kawah di kutub Merkurius nampaknya berada dalam bayangan permanen, dan merkuri di lantai kawah ini bisa mencapai minus 280 derajat Fahrenheit.Solomon menyebutnya ‘perangkap dingin’. Tempat ini bisa menjadi ‘rumah’ lebih banyak deposito es dibanding bulan. Meski belum banyak air, es ini masih menunjukkan, “Air ada di mana-mana, setidaknya sebagai molekul,” kata Solomon.

Gumpalan persisten atmosfer

Meski Merkurius menjadi planet terkecil dan memiliki sedikit gravitasi, entah bagaimana Merkurius memiliki atmosfer, meski sangat lemah. “Entah bagaimana di Merkurius, atmosfer terus diregenerasi,” jelas Solomon.Para ilmuwan menduga berhasil mengambil materi dari ‘angin matahari,’ aliran partikel yang memancar keluar dari matahari, yang mampu berkontribusi.

 

Pembawa hari kiamat?

Merkurius memiliki orbit paling eksentrik (dalam istilah astronomi berarti berbentuk oval) dibanding semua planet lain di tata surya. Simulasi komputer terbaru menunjukkan, selama beberapa miliar tahun, orbit ini bisa menjadi lebih eksentrik. Merkurius memiliki 1% kesempatan bertabrakan dengan Venus atau matahari. Lebih menakutkan lagi, secara bersama-sama dengan gravitasi planet raksasa di luar, orbit Merkurius bisa mengacaukan orbit planet-planet dalam sehingga Merkurius, Venus atau Mars menabrak Bumi, sebuah bencana yang benar-benar berproporsi kiamat.

  1. 5.      Tanda-tanda Kekuasaan Allah dari Penciptaan Merkurius

Planet merkurius merupakan planet yang diciptakan Allah Swt. yang tidak sia-sia sebagai penyeimbang dan peringatan bagi kita semua. Terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah swt,  diantaranya yaitu :

  1. a.      Siang Yang Panjang Disertai Dengan Suhu Yang Sangat Panas Di Merkurius

Sungguh, sebuah nikmat Illahi yang telah menuntun para ilmuwan (astronom) untuk mengamati planet yang bisa dikatakan sebagai saudara kandung bumi ini, karena memiliki medan magnet yang lemah, di laboraturium melalui observasi dengan berbagai peralatan yang serba mutakhir.

Dari penjelasan di atas di dapatkan bahwa dengan mengambil data, bahwa lama waktu siang hari di planet ini yang berlangsung selama 29,5 hari atau 708 jam. Didapatkan fakta yang menarik, bahwa hampir selama sebulan penuh dalam hitungan masehi, atau selama sebulan penuh hitungan tahun hijriah di bumi matahari tidak pernah terbenam di sana.

Selama, waktu siang hari berlangsung juga diketahui fenomena ilmiah yang berkaitan dengan suhu di sana. Suhu tertinggi saat tengah hari di sana mencapai 700 oC (lebih tinggi dari titik leleh timah), dan pada sore hari saat matahari hampir terbenam sekitar 152oC (melebihi titik didih air). Fakta ini, menggambarkan bahwa hari-hari disana sangat panas di siang hari. Bayangkan dan bandingkan dengan beberapa pengukuran suhu terpanas, yang pernah dilakukan pada tiga daerah yang terdapat di permukaan bumi, berikut :

  • Al Aziziyah, Libya, 57 oC, pada tanggal 13 September 1922
  •  Lembah Maut California, Amerika Serikat, 56 oC, pada tanggal 10 Juli 1913
  • Tirat Zevy, Israel, 53.8 oC, pada tanggal 21 Juni 1942.

Dari ketiga pengukuran diatas saja, tidak ditemukan pengukuran suhu yang mendekati angka suhu pada saat matahari hampir terbenam di planet merkurius.

b. Malam Panjang Yang Dingin dan Mencekam Di Merkurius

Dari penjelasan di atas di dapatkan bahwa dengan mengambil data, bahwa lama waktu malam hari di planet ini yang berlangsung selama 29,5 hari atau 708 jam. Didapatkan fakta yang menarik, bahwa hampir selama sebulan penuh dalam hitungan masehi, atau selama sebulan penuh hitungan tahun hijriah di bumi matahari tidak pernah terbit di sana.

Selama, waktu malam hari berlangsung juga diketahui fenomena ilmiah yang berkaitan dengan suhu di sana. Suhu terendah di sana mencapai -173 oC (dibawah titik beku air). Fakta ini, menggambarkan bahwa suasana malam hari disana sangat dingin dan mencekam. Bahkan, dengan suhu yang sedingin tersebut bisa membekukan darah manusia. Bayangkan dan bandingkan dengan beberapa pengukuran suhu terdingin, yang pernah dilakukan di tiga daerah yang terdapat di permukaan bumi, berikut :

  • Antartika, Kutub Utara, -88,3 oC, pada tanggal 25 Agustus 1960;
  •  Olymyakon, Uni Sovyet, -67,7 oC, pada tanggal 6 Mei 1933;
  • Snag Yukon, Kanada, -62,7 oC, pada tanggal 3 Februari 1947.

Dari ketiga pengukuran diatas saja, tidak ditemukan pengukuran yang memiliki suhu yang sama dengan terjadi di planet merkurius, pada malam hari.

 

BAB III

PENUTUP

 

Pengamatan terhadap planet Merkurius telah dimulai sejak zaman orang Sumeria pada milenium ketiga sebelum masehi, dan oleh bangsa Romawi diberi nama Merkurius (nama dari dewa mereka). Diameter Merkurius 40% lebih kecil dari pada bumi (sekitar 4879.4 km) dan 40% lebih besar dari pada bulan. Walaupun struktur dalamnya lebih padat, planet ini ternyata masih lebih kecil dari Ganymade (bulan Jupiter) dan Titan (bulan Saturnus).

Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya dan juga planet terdekat dengan matahari, dan kala revolusinya adalah 88 hari. Tidak banyak yang bisa diketahui tentang planet ini, karena sampai sekarang hanya satu pesawat antariksa yang berhasil mendekati orbitnya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 dan Mesengger pada tahun 2011.

Struktur yang terdapat pada merkurius adalah 70 % logam dan 30 % silikat serta memiliki kepadatan sebesar 5,3 g/cm3, sedikit lebih besar dari kepadatan bumi yang hanya 4,4 g/cm3.

DAFTAR PUSTAKA

Drs.Supartono W.2004.Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Ghalia Indonesia : Bogor.

http://indra-tatasurya.blogspot.com/2009/03/planet-merkurius.html

http://duniaastronomi.com/2011/02/merkurius-planet-terkecil-terdekat-tercepat/

http://us.teknologi.vivanews.com/news/read/210745-pertama-kali–manusia-jamah-planet-merkurius

http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2012009-planet-merkurius/#ixzz1aOh8mZPA

http://www.facebook.com/topic.php?uid=109612279058572&topic=348

http://www.yaiyalah.com/2011/07/rahasia-planet-merkurius.html#ixzz1aOi83QqK

http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2006/11/29/brk,20061129-88622,id.html

http://siradel.blogspot.com/2010/09/planet-merkurius.html

http://messenger.jhuapl.edu/news_room/telecon7.html

Misteri Lubang Alam Semesta

Ditemukan sebuah lubang raksasa di alam semesta yang sama sekali tidak memiliki galaksi, bintang maupun benda-benda angkasa lain. WASHINGTON-Ada sebuah lubang raksasa di Alam semesta yang sama sekali tidak memiliki galaksi,bintang maupun benda- benda angkasa lain, kata para astronom pada hari Kamis lalu. Tim peneliti dari Universitas Minnesota mengatakan kehampaannya hampir mendekati miliaran tahun cahaya dan mereka tidak dapat mengetahui  mengapa lubang itu berada di sana. “Tidak hanya tak seorangpun yang pernah menemukan kehampaan sedemikian besar,namun kami bahkan tidak pernah menduga dapat menemukan lubang yang sebesar ini,” kata Lawrence Rudnick,  seorang professor  astronomi. Rudnick dan koleganya, Shea Brown dan Liliya Williams mengatakan mereka sedang meneliti sebuah titik beku menggunakan satelit pemeriksa Wilkinson Microwave Anisotropy, dan menemukan lubang raksasa tersebut. “Kami sudah mengetahui ada sesuatu yang berbeda mengenai titik ini di angkasa” kata Rudnick.  Daerah ini diketahui menjadi semakin lebih dingin dalam sebuah survei Cosmic Microwave Background. “Apa yang kami temukan tidaklah normal, baik menurut studi observasi maupun stimulasi computer pada evolusi Alam semesta skala besar” kata Williams dalam sebuah pernyataan. Para astronom mengatakan bahwa daerah tersebut bahkan terlihat tidak memiliki benda-benda angkasa, walaupun tidak  dapat dilihat secara langsung, namun biasanya  terdeteksi dengan  mengukur kekuatan gravitasinya. Kehampaannya berada di daerah langit pada konstelasi Eridanus,sebelah barat daya Orion.Gambar

Meteorit

Meteorit adalah batu meteor yang berhasil mencapai permukaan bumi. Disebut juga meteor setelah menembus atmosfir bumi tetapi belum mencapai permukaan bumi. Meteor merupakan asteroid kecil dari luar angkasa yang tertarik oleh grafitasi Bumi, ketika memasuki atmosfir bumi terjadi gesekan udara dilapisan ionosfir menyebabkan meteor menjadi panas dan terbakar menimbulkan cahaya terang sehingga kadang kala disebut bintang jatuh.

Jika batu meteor sangat besar tidak habis di lapisan udara ionosfir maka akan jatuh sampai ke Bumi yang disebut Meteorit. Di Indonesia, meteorit bisa ditemukan di musium geologi Bandung

Meteorit adalah bahan baku pamor keris yang disukai para Empu. Keris yang mendapat campuran meteorit biasanya ringan namun sangat kuat karena mengandung logam langka, seperti titanium.

 

Planet Merkurius

Merkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam magnitudo tampak namun tidak mudah terlihat karena sudut pandangnya dengan matahari kecil (dengan rentangan paling jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius hanya bisa terlihat pada saat subuh atau maghrib. Tidak begitu banyak yang diketahui tentang Merkurius karena hanya satu pesawat antariksa yang pernah mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet.

Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).

Pengamatan tercatat dari Merkurius paling awal dimulai dari zaman orang Sumeria pada milenium ke tiga sebelum masehi. Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap diatas caduceus. Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat matahari terbenam. Di India, Merkurius dinamai Budha (बुध), anak dari Candra sang bulan. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan “bintang air”. Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (כוכב חמה), “bintang dari yang panas” (“yang panas” maksudnya matahari). Diameter Merkurius 40% lebih kecil daripada Bumi (4879,4 km), dan 40% lebih besar daripada Bulan. Ukurannya juga lebih kecil (walaupun lebih padat) daripada satelit Yupiter, Ganymede dan satelit Saturnus, Titan.

Dengan diameter sebesar 4879 km di katulistiwa, Merkurius adalah planet terkecil dari empat planet kebumian di Tata Surya. Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi. Namun apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung maka Merkurius lebih padat dari Bumi dengan kepadatan tak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.

Kepadatan Merkurius digunakan untuk menduga struktur dalamnya. Kepadatan Bumi yang tinggi tercipta karena tekanan gravitasi, terutamanya di bagian inti. Merkurius namun jauh lebih kecil dan bagian dalamnya tidak terdapat seperti bumi sehingga kepadatannya yang tinggi diduga karena planet tersebut mempunyai inti yang besar dan kaya akan besi. Para ahli bumi menaksir bahwa inti Merkurius menempati 42 % dari volumenya (inti Bumi hanya menempati 17% dari volume Bumi). Menurut riset terbaru, kemungkinan besar inti Merkurius adalah cair.

Mantel setebal 600 km menyelimuti inti Merkurius dan kerak dari Merkurius diduga setebal 100 sampai 200 km. Permukaan merkurius mempunyai banyak perbukitan yang kurus, beberapa mencapai ratusan kilometer panjangnya. Diduga perbukitan ini terbentuk karena inti dan mantel Merkurius mendingin dan menciut pada saat kerak sudah membatu.

Merkurius mengandung besi lebih banyak dari planet lainnya di tata surya dan beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskannya. Teori yang paling luas diterima adalah bahwa Merkuri pada awalnya mempunyai perbandingan logam-silikat mirip dengan meteor Kondrit umumnya dan mempunyai massa sekitar 2,25 kali massanya yang sekarang. Namun pada awal sejarah tata surya, merkurius tertabrak oleh sebuah planetesimal berukuran sekitar seperenam dari massanya. Benturan tersebut telah melepaskan sebagian besar dari kerak dan mantel asli Merkurius dan meninggalkan intinya. Proses yang sama juga telah diajukan untuk menjelaskan penciptaan dari Bulan.

Teori yang lain menyatakan bahwa Merkurius mungkin telah terbentuk dari nebula Matahari sebelum energi keluaran Matahari telah stabil. Merkurius pada awalnya mempunyai dua kali dari massanya yang sekarang, namun dengan mengambangnya protomatahari, suhu di sekitar merkuri dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin. Sebagian besar permukaan Merkurius akan menguap pada temperatur seperti itu, membuat sebuah atmosfir “uap batu” yang mungkin tertiup oleh angin matahari.

Teori ketiga mengajukan bahwa mengakibatkan tarikan pada partikel yang darinya Merkurius akan terbentuk sehingga partikel yang lebih ringan hilang dari materi pengimbuhan. Masing-masing dari teori ini memprediksikan susunan permukaan yang berbeda.

Tiga Puluh Tiga Tahun Perjalanan Pioneer 10 : Pengembara di ruang planet

Pada tanggal 2 Maret 2005 yang akan datang, tepat 33 tahun sejak wahana angkasa Pioneer 10 diluncurkan ke ruang angkasa. Saat ini Pioneer 10 berada pada jarak sekira 12,7 miliar kilometer dari Bumi atau lebih dari 2 kali jarak si bungsu Pluto dari Matahari. Setelah meninggalkan Bumi dan dilanjutkan dengan pengembaraan di ruang antarplanet, kini Pioneer 10 sedang menuju ruang antarbintang mengarah ke bintang Aldebaran di rasi Taurus.
Pada 23 Januari 2003 silam telah diterima sinyal lemah terakhir dari wahana ruang angkasa Pioneer 10 di stasiun pengendali di Bumi. Setelah pada awal Februari di tahun yang sama tidak lagi diterima sinyal-sinyal terakhir dari Pioneer 10 dan usaha-usaha yang dilakukan guna berkomunikasi pun tidak membuahkan hasil, disimpulkan sumber tenaga wahana sudah berada di bawah batas minimal untuk dapat berkomunikasi. Berkaitan dengan kondisi ini, pihak NASA Ames Research Center pun memutuskan untuk tidak lagi melakukan upaya kontak lebih lanjut.
Pioneer 10 merupakan bagian dari Projek Pioneer milik badan antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration / NASA), dengan tiga misi ilmiah berbeda, yaitu penelitian Bulan (Pioneer seri 1 hingga 4), penelitian Matahari (Pioneer 5 sampai 9), dan penelitian planet-planet luar, yaitu planet-planet di luar sabuk asteroid (Pioneer 10 dan 11).
Meskipun kehadiran populasi asteroid di antara orbit planet Mars dan Jupiter telah diketahui, pada tahun 1960-an para astronom belum dapat memperkirakan kerapatannya. Sebagai akibatnya, penerbangan ruang angkasa melintasi daerah yang membentang antara 2,1 hingga 3,3 satuan astronomi (1 satuan astronomi sekira 150 juta kilometer, jarak rata-rata Bumi-Matahari) dari Matahari tersebut menjadi sulit diperhitungkan.
Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas, tidak ada jalan lain selain berani mengirimkan wahana antariksa untuk menerobos barikade sabuk asteroid tersebut. Pioneer 10 yang didesain untuk “misi martir” tersebut. Seandainya selamat, ia juga akan mengemban misi utama lain, yaitu “melihat” Jupiter dari dekat untuk pertama kali guna menghasilkan gambar-gambar beresolusi tinggi dari planet terbesar di Tata Surya ini berikut satelit-satelitnya, juga mengukur medan magnet (magnetosfer) Jupiter dan radiasi lingkungan dalam sistem Jovian.
Sejarah eksplorasi ruang angkasa mencatat Pioneer 10 sebagai wahana antariksa pertama yang berhasil menerobos daerah hunian asteroid dengan selamat. Sabuk asteroid ternyata tidak lah serapat yang diduga sebelumnya. Pioneer 10 juga menjadi benchmark bagi misi-misi besar sesudahnya dalam penggunaan teknik umpan gravitasi untuk mengubah kecepatan wahana saat melintasi planet-planet yang dapat menekan penggunaan energi.
Berbeda dengan wahana-wahana antariksa sebelumnya dengan tujuan planet-planet dalam (inner planet), Pioneer 10 yang khusus dirancang untuk tujuan planet-planet luar (outer planet) dan melanjutkan perjalanannya menjauhi Matahari, menggunakan Radioisotope Thermonuclear Generator (RTG) dengan isotop plutonium-238 sebagai pembangkit energinya. RTG mampu menghasilkan daya listrik sebesar 155 watt yang akan memasok energi bagi wahana berbobot 258 kilogram ini.
Dua puluh satu bulan setelah peluncuran, tepatnya pada 3 Desember 1973, Pioneer 10 mencapai jarak terdekatnya ke Jupiter pada jarak sekira 200.000 kilometer. Pada perjumpaan dekatnya dengan Jupiter tersebut, Pioneer 10 berhasil memindai sabuk radiasi yang cukup kuat dari planet yang namanya diambil dari raja para dewa dalam mitologi Romawi ini, informasi tentang sumber semburan elektron yang terdeteksi sampai lingkungan dekat Bumi (yang ternyata berasal dari Jupiter), juga memetakan medan magnet planet yang bervariasi (mengembang dan menyusut) sesuai dengan tekanan angin surya yang diterima planet gas ini dari Matahari.
Setelah berjumpa Jupiter dan meneruskan perjalanannya menuju tepian tata surya, Pioneer 10 menginformasikan kepada para ilmuwan di Bumi tentang masih terdeteksinya berbagai aktivitas Matahari sampai di luar orbit Pluto. Pioneer 10 berhasil melalui satu-satunya planet di tata surya yang berada di daerah Sabuk Kuiper ini pada April 1983. Saat itu, Pioneer 10 menjadi satu-satunya wahana antariksa buatan manusia yang berada di jarak terjauh dari Bumi tempat asalnya, yaitu sejarak 4,3 miliar kilometer.
Bergerak dengan kelajuan konstan sekira 12 km/detik (kecepatan roket pesawat ulang-alik untuk lepas dari gravitasi Bumi sekira 11 km/detik), Pioneer 10 saat ini masih berada di daerah Sabuk Kuiper pada jarak sekira 85 satuan astronomi dari Matahari. Sabuk Kuiper adalah sebuah daerah yang membentang sampai sejauh 100 satuan astronomi dari Matahari. Keberhasilan Pioneer 10 menerobos halang-rintang populasi asteroid tidak lama diikuti saudaranya, Pioneer 11, yang diluncurkan setahun kemudian dengan misi mengamati Saturnus dari jarak dekat.
Meskipun misi Pioneer 10 secara resmi berakhir pada 31 Maret 1997 silam, pengolahan data ilmiah yang dikirimkannya dan penelusuran posisi wahana ini secara acak masih dilakukan pada tahun-tahun setelahnya. Barulah pada 7 Februari 2003 silam para ilmuwan di NASA Ames Research Center memutuskan untuk tidak lagi melakukan upaya kontak dengan wahana ini karena ketidakmampuan wahana melakukan komunikasi dengan Bumi.
Pada jarak Pioneer 10 yang sekarang dan dengan kecepatan transmisi gelombang elektromagnetik sebesar 300.000 km/detik (kecepatan interaksi maksimum yang terdapat di alam semesta), untuk komunikasi bolak-balik (Bumi-Pioneer 10-Bumi) diperlukan waktu 23 jam 37 menit atau hampir sekira satu hari.
Pioneer 10 beserta saudaranya, Pioner 11, merupakan contoh sebuah misi eksplorasi ruang angkasa dengan keberhasilan besar dalam studi tentang tata surya, baik dalam hal membuktikan apa yang diprediksikan para ilmuwan di Bumi maupun temuannya untuk hal-hal yang tidak diduga sama sekali sebelumnya. Pioneer 10 yang selama 25 tahun (1972 – 1997) misi ilmiahnya telah menghabiskan dana senilai 350 juta dolar AS, kini mengembara sendiri mengarah ke bintang raksasa merah Aldebaran di rasi Taurus berjarak 68 tahun cahaya dari Matahari (1 tahun cahaya setara dengan 9,5 triliun kilometer), sebuah jarak tempuh yang baru akan dicapainya lebih 2 juta tahun dari sekarang.
Pada 18 November 1999 silam, US Postal Service menerbitkan perangko untuk memperingati misi Pioneer 10, sebagai satu dari 15 ikon selama era 1970-an, dengan inskripsi berbunyi: “Launched March 1972, Pioneer 10 was the first spacecraft to travel to an outer planet, providing data and images of Jupiter. Eleven years later, it became the first man-made object to leave the solar system.”
Abad 20 yang baru lalu dapat disebut sebagai abad antariksa dan dasawarsa pertama abad ke-21 ini pun telah dipenuhi sejumlah jadwal peluncuran wahana baru (baik yang sudah maupun akan diluncurkan) untuk menguak rahasia kosmos lebih dalam, seperti misi INTEGRAL, Mars Exploration Rover, MESSENGER, New Horizon, Terrestrial Planet Finder, DARWIN dan masih banyak lagi yang merupakan projek kolaborasi antarbangsa dengan tradisi ilmiah yang kuat.
Untuk apakah misi-misi ruang angkasa tersebut? Adakah manfaatnya secara langsung maupun tidak langsung? Manfaat secara langsung tentunya adalah imbas teknologi yang dikembangkan yang juga akan bermanfaat dalam bidang-bidang lainnya mengingat sains ruang angkasa merupakan muara dari berbagai disiplin ilmu. Di dalamnya, kita tidak hanya menjumpai astronomi, melainkan juga sains atmosfer, geofisika, meteorologi, fisika plasma, mekanika benda langit dan bahkan berbagai ilmu rekayasa seperti aeronautika, teknologi informasi, material dan sebagainya.
Kondisi yang dijumpai di ruang angkasa tentunya berbeda dengan lingkungan Bumi. Efek tanpa bobot yang dijumpai di luar atmosfer Bumi tersebut, saat ini tengah dieksplorasi pemanfaatannya dalam proses kristalisasi dan purifikasi (pemurnian) obat-obatan. Eksplorasi ruang angkasa yang menurut sejarahnya dipicu perkembangan teknologi penerbangan yang tidak lepas dari pengaruh kepentingan militer, dalam lingkungan Bumi yang kasat mata telah dapat dimanfaatkan melalui penempatan satelit yang mengorbit guna keperluan komunikasi, survei sumber daya alam, maupun studi cuaca.
Dalam tinjauan ke depan, eksplorasi ruang angkasa ditujukan untuk mengembangkan lingkungan Bulan sebagai pangkalan perjalanan angkasa, bahkan membentuk koloni besar manusia di antariksa. Kucuran dana bagi eksplorasi ruang angkasa juga dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik, apakah itu berupa keunggulan secara teknologi, militer, ataukah “kebanggaan sebagai sebuah bangsa”.